Rabu, 20 Januari 2016

#ASDKSA (Aku Suka Dia Kamu Suka Aku)



            Siang itu bel makan siang berbunyi, Nur yang tengah sibuk menghentikan pekerjaannya. Seperti biasa Nur selalu keluar ruangan bersama sahabatnya Rini, mereka pun bergegas menuju kantin. Ditengah sela-sela setelah mereka usai makan siang Rini membuka percakapan.

“Nur kamu gak ngerasa apa kalau Febri punya perasaan sama kamu”. Tutur Rini sembari meminum teh botol.

“aahhhh kamu bisa aja, Febri itu udah aku anggap teman terbaikku Rin. Jadi gak mungkinlah dia sampe punya perasaan “.Nur yang hanya tesenyum menanggapi pernyataan Rini.

“kalaoo emang gak punya perasaan kenaa dia sampe baik banget sama kamu. Di bela-belain lhoo kamu dibeliin buku Kahlil Gibran yang udah kamu inginkan sejak dulu”. Pungkas Rini mencoba meyakinkan sahabatnya itu.

“heheheh iya juga sich tapi aku kan gak minta Rin”. Nur masih cengenggesan.
“setidaknya kasih dia harapan Nur, mau sampai kapan kamu ngejomblo? Jalanin aja dulu setidaknya mencoba.Belum bisa move on dari Bian?” celetuk Rini.

Nur terdiam tak bisa menjawab, Rini buru-buru menyairkan suasana dan bersamaan dengan bel masuk berbunyi. Mereka bergegas kembali menuju Line (sebutan untuk departemen proses produksi). Nur yang tiba-tiba sakit perut bergegas menuju Toilet. Beberapa menit kemudian ketika Nur keluar dari Toilet seseorang menabraknya dengan tidak sengaja.

“sorry”.Ucap seorang laki-laki memakai kacamata. Nur yang melihat sosok laki-laki itu tercenggang. Seperti layaknya drama di televisi yang kemudian berasa semilir angin, Nur tak berkedip. Laki-laki itu kemudian bergegas pergi.
           
            Di Line Nur menceritakan kejadian itu kepada Rini, Nur terlihat kegirangan. Sepanjang siang hingga sore hari Nur terus menceritakan perasaannya itu. Nur yang sangat suka dengan cowok berkacamata membuat Nur jatuh cinta pada pandangan pertama. Bel pulang berbunyi dan Nur masih saja bercerita.

sumpah yaa Rin dia itu kayak cowok yang di dalam mimpi aku”. Nur masih saja histeris.

ceritanya udah bisa move on dari Bian nich?. Celetuk Rini. Nur tampak tersenyum raut bahagia di wajahnya.

jngan mudah jatuh hati Nur, setidaknya kamu harus belajar dari kejadian yang kemaren”.tambah Rini.

iya Rin aku cuma naksir aja kok, lagian aku juga gak tau dia siapa. Tapi tadi dia masuk ke Line nya Febri dech”. Ujar Nur.

coba besok tanya febri aja, biar kamu gak penasaran”. Pungkas Rini.Nur mengangguk tanda setuju.

            Semenjak kejadian itu Nur lebih sering menemui Febri untuk menanyakan sosok cowok yang telah menabraknya. Dan diketahui cowok itu bernama Fajar, dia merupakan karyawan pindahan dari Line tingkat atas. Febri yang sudah sekian lama menyimpan perasaan haus merelakan sedikit hatinya untuk meraskan patah hati. Dan sayangnya Nur yang tak bisa melihat sikap tulus Febri sangatlah egois. Febri berusaha untuk membuat Nur kembali tersenyum , setelah Nur memutuskan hubungan dengan Bian Nur selalu nampak murung dan banyak bersedih. Usaha Febri untuk mencari informasi tentang Fajar berharap membuat Nur bahagia dan Febri tetap merasa dekat dengan Nur. Nampak Febri memberikan foto- foto Fajar yang sengaja ia ambil ketika dia main ke kos-kosan Fajar, memberikan Nur nomer telepon Fajar dll. Kini Nur merasa semakin yakin tentang perasaannya terhadap Fajar.

Fajar yang pendiam dan tak banyak bicara membuat Nur semakin kagum kepadanya. Nur sangat benar dengan perasaannya, semakin dia memendam perasaannya dia akan terus merasa penasaran dan membohongi dirinya sendiri. Fajar yang tidak mengetahui siapa Nur dan bagaimana perasaannya, membuatnya bersikap biasa saja. Hingga pada satu kesempatan ketika Nur yang sedang mengambil air minum yang bersebelahan dengan Line Fajar.

“berharap ketemu fajar”. Gumam Nur dalam hati. Tanpa diduga seseorang berbadan tinggi dan berkacama mata berdiri di dekat Nur yang juga mengambil air minum. Tangan Nur bergetar, rasanya ingin menoleh memastikan apa benar itu Fajar. Dan dengan keberanian Nur....

“fajar”.panggil Nur dan bergegas pergi. Fajar menoleh tanpa tau siapa yang memanggilnya. Seseorang yang berdiri di dekatnya tanpa berkata Fajar penasaran.

            Beberapa minggu kemudian Nur memberanikan diri mengirim pesan singkat (sms) kepada Fajar.Fajar membalasnya degan nada ramah,suasana mencair mereka asik smsan. Saling mengunkapkan apa yang telah terjadi,kejadian yang Nur ceritakan ketika moment mengambil air minum membuat Fajar tertawa. Nur yang mengagumi Fajar mencoba terbuka,Fajar tak begitu merespon. Fajar lebih memilih topik lain untuk dibahas daripada membahas perasaan. Nur mencoba mengerti, bisa berbalas pesan singkat saja membuat Nur sudah merasa bahagia. Dan tak berselang lama beberapa hari kemudian Fajar sudah jarang membalas pesan dari Nur. Nur jarang mendapati Fajar di Line nya, Nur tak bisa melihat aktivitas Fajar lagi. 

            Suatu hari Nur mendapat kabar Fajar kembali ke Line asalnya dan ia sudah memiliki pacar. Nur kembali patah hati dan bersedih “awan mendung pun berebut agar menancapkan tetes airnya lebih dulu pada kulitnya”, Nur tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

 Febri mencoba menghiburnya dia hanya ingin melihat Nur kembali tersenyum tanpa merasa terluka.Nur ingin sendiri dia tak ingin menyakiti perasaan siapapun termasuk Febri. “patah hati sangatlah menyakitkan,butuh waktu untuk bisa menyembuhkan luka karena cinta”. Nur tak bisa mendapatkan cinta Fajar dan begitupun Febri yang tak bisa mendapatkan cinta dari Nur. Keikhlasan serta kesabaran Febri terhadap Nur tak pernah sia-sia karena Febri lebih memiliki cinta yang tulus tanpa pamrih “hati ini bagaikan karang yang walau tergores ombak, ribuan kali akan tetap ditempat menanti ia kembali”.

Nur yang kembali bersedih terbawa perasaan “kau tak tahu betapa dalamnya perasaanku padamu, karena kau tak perna menyelaminya. Kau hanya bermain perahu diatasnya”.

                                                                                    By: yang terdalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar