Rabu, 20 Januari 2016

#ASDKSA (Aku Suka Dia Kamu Suka Aku)



            Siang itu bel makan siang berbunyi, Nur yang tengah sibuk menghentikan pekerjaannya. Seperti biasa Nur selalu keluar ruangan bersama sahabatnya Rini, mereka pun bergegas menuju kantin. Ditengah sela-sela setelah mereka usai makan siang Rini membuka percakapan.

“Nur kamu gak ngerasa apa kalau Febri punya perasaan sama kamu”. Tutur Rini sembari meminum teh botol.

“aahhhh kamu bisa aja, Febri itu udah aku anggap teman terbaikku Rin. Jadi gak mungkinlah dia sampe punya perasaan “.Nur yang hanya tesenyum menanggapi pernyataan Rini.

“kalaoo emang gak punya perasaan kenaa dia sampe baik banget sama kamu. Di bela-belain lhoo kamu dibeliin buku Kahlil Gibran yang udah kamu inginkan sejak dulu”. Pungkas Rini mencoba meyakinkan sahabatnya itu.

“heheheh iya juga sich tapi aku kan gak minta Rin”. Nur masih cengenggesan.
“setidaknya kasih dia harapan Nur, mau sampai kapan kamu ngejomblo? Jalanin aja dulu setidaknya mencoba.Belum bisa move on dari Bian?” celetuk Rini.

Nur terdiam tak bisa menjawab, Rini buru-buru menyairkan suasana dan bersamaan dengan bel masuk berbunyi. Mereka bergegas kembali menuju Line (sebutan untuk departemen proses produksi). Nur yang tiba-tiba sakit perut bergegas menuju Toilet. Beberapa menit kemudian ketika Nur keluar dari Toilet seseorang menabraknya dengan tidak sengaja.

“sorry”.Ucap seorang laki-laki memakai kacamata. Nur yang melihat sosok laki-laki itu tercenggang. Seperti layaknya drama di televisi yang kemudian berasa semilir angin, Nur tak berkedip. Laki-laki itu kemudian bergegas pergi.
           
            Di Line Nur menceritakan kejadian itu kepada Rini, Nur terlihat kegirangan. Sepanjang siang hingga sore hari Nur terus menceritakan perasaannya itu. Nur yang sangat suka dengan cowok berkacamata membuat Nur jatuh cinta pada pandangan pertama. Bel pulang berbunyi dan Nur masih saja bercerita.

sumpah yaa Rin dia itu kayak cowok yang di dalam mimpi aku”. Nur masih saja histeris.

ceritanya udah bisa move on dari Bian nich?. Celetuk Rini. Nur tampak tersenyum raut bahagia di wajahnya.

jngan mudah jatuh hati Nur, setidaknya kamu harus belajar dari kejadian yang kemaren”.tambah Rini.

iya Rin aku cuma naksir aja kok, lagian aku juga gak tau dia siapa. Tapi tadi dia masuk ke Line nya Febri dech”. Ujar Nur.

coba besok tanya febri aja, biar kamu gak penasaran”. Pungkas Rini.Nur mengangguk tanda setuju.

            Semenjak kejadian itu Nur lebih sering menemui Febri untuk menanyakan sosok cowok yang telah menabraknya. Dan diketahui cowok itu bernama Fajar, dia merupakan karyawan pindahan dari Line tingkat atas. Febri yang sudah sekian lama menyimpan perasaan haus merelakan sedikit hatinya untuk meraskan patah hati. Dan sayangnya Nur yang tak bisa melihat sikap tulus Febri sangatlah egois. Febri berusaha untuk membuat Nur kembali tersenyum , setelah Nur memutuskan hubungan dengan Bian Nur selalu nampak murung dan banyak bersedih. Usaha Febri untuk mencari informasi tentang Fajar berharap membuat Nur bahagia dan Febri tetap merasa dekat dengan Nur. Nampak Febri memberikan foto- foto Fajar yang sengaja ia ambil ketika dia main ke kos-kosan Fajar, memberikan Nur nomer telepon Fajar dll. Kini Nur merasa semakin yakin tentang perasaannya terhadap Fajar.

Fajar yang pendiam dan tak banyak bicara membuat Nur semakin kagum kepadanya. Nur sangat benar dengan perasaannya, semakin dia memendam perasaannya dia akan terus merasa penasaran dan membohongi dirinya sendiri. Fajar yang tidak mengetahui siapa Nur dan bagaimana perasaannya, membuatnya bersikap biasa saja. Hingga pada satu kesempatan ketika Nur yang sedang mengambil air minum yang bersebelahan dengan Line Fajar.

“berharap ketemu fajar”. Gumam Nur dalam hati. Tanpa diduga seseorang berbadan tinggi dan berkacama mata berdiri di dekat Nur yang juga mengambil air minum. Tangan Nur bergetar, rasanya ingin menoleh memastikan apa benar itu Fajar. Dan dengan keberanian Nur....

“fajar”.panggil Nur dan bergegas pergi. Fajar menoleh tanpa tau siapa yang memanggilnya. Seseorang yang berdiri di dekatnya tanpa berkata Fajar penasaran.

            Beberapa minggu kemudian Nur memberanikan diri mengirim pesan singkat (sms) kepada Fajar.Fajar membalasnya degan nada ramah,suasana mencair mereka asik smsan. Saling mengunkapkan apa yang telah terjadi,kejadian yang Nur ceritakan ketika moment mengambil air minum membuat Fajar tertawa. Nur yang mengagumi Fajar mencoba terbuka,Fajar tak begitu merespon. Fajar lebih memilih topik lain untuk dibahas daripada membahas perasaan. Nur mencoba mengerti, bisa berbalas pesan singkat saja membuat Nur sudah merasa bahagia. Dan tak berselang lama beberapa hari kemudian Fajar sudah jarang membalas pesan dari Nur. Nur jarang mendapati Fajar di Line nya, Nur tak bisa melihat aktivitas Fajar lagi. 

            Suatu hari Nur mendapat kabar Fajar kembali ke Line asalnya dan ia sudah memiliki pacar. Nur kembali patah hati dan bersedih “awan mendung pun berebut agar menancapkan tetes airnya lebih dulu pada kulitnya”, Nur tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

 Febri mencoba menghiburnya dia hanya ingin melihat Nur kembali tersenyum tanpa merasa terluka.Nur ingin sendiri dia tak ingin menyakiti perasaan siapapun termasuk Febri. “patah hati sangatlah menyakitkan,butuh waktu untuk bisa menyembuhkan luka karena cinta”. Nur tak bisa mendapatkan cinta Fajar dan begitupun Febri yang tak bisa mendapatkan cinta dari Nur. Keikhlasan serta kesabaran Febri terhadap Nur tak pernah sia-sia karena Febri lebih memiliki cinta yang tulus tanpa pamrih “hati ini bagaikan karang yang walau tergores ombak, ribuan kali akan tetap ditempat menanti ia kembali”.

Nur yang kembali bersedih terbawa perasaan “kau tak tahu betapa dalamnya perasaanku padamu, karena kau tak perna menyelaminya. Kau hanya bermain perahu diatasnya”.

                                                                                    By: yang terdalam

Jumat, 01 Januari 2016

#FirstTime

   Nur kembali membuka folder foto lama yang sengaja Ia simpan di Laptop. Nur membuka setiap Folder yang ada banyak sekali foto kenangannya bersama sahabatterbaiknya,teman kerjanya dan hingga akhirnya dia membuka folder kenangannya bersama sang Mantan Bian. Yap Bian adalah salah satu mantan terindah Nur setelah Wahyu. Hubungan denga Bian tak berlangsung lama, mereka putus setelah Nur mengetahui kalau Bian akan melangsungkan pertunangan dengan gadis pilihan orang tuanya selain itu Bian memang tidak pernah serius dengan Nur sunuh sangat menyakitkan. Karena ketidaksengajaan itu awal perjumpaan Nur dengan Bian.
  
   Wakt itu libur lebaran Adi yang merupakan teman kerja Nur datang untuk bersilaturrahmi.

Nur, dirumahkah?. sebuah sms diHp Nur.

siapa!!!!. balas Nur sedikit ketus. Nur paling gak suka ada sms dari nomer baru atau orang yang tak ia kenal.

Adi. (teman kerja Nur)

Iya Di ini lagi di rumah. balas Nur lagi.

Ok,10 menit lagi aku kesana.tambah Adi.

10 menit kemudian Adi datang dan terlihat dia tidak sendirian Adi datang dengan teman cowoknya.

"sorry yaa Nur aku ngajak pacarku kesini". canda Adi.

"serius?" tanya Nur shock. Nur memang suka gak percaya, dia terlalu menganggap serius semua hal..

"becanda lagi Nur serius amat , ni kenalin temen kampusku Bian" Adi memperkenalkan.

 Bian dan Nur saling berjabat tangan. Bian yang mudah akrab membaur dengan topik yang dibicarakan Nur dan Adi. Nur yang waktu itu sedih bisa terhibur dengan kedatangan Adi dan Bian. Bian yang mudah akrabm embuat suasana percakapan waktu itu tamenjadi canggung.

"udah sore Nur aku balik duluu yaa, oh iya jangan lupa save nomer tadi itu nomer hp Bian". Adi menjelaskan. Adi memang sengaja mengenalkan Nur dengan Bian, setidaknya Nur bisa move on dari Wahyu dan Nur tak harus bersedih.

Bian melempar senyum ke arah Nur,dan nampaknya Bian menyambut baik pertemuannya dengan Nur. Dan semenjak pertemuan itu, Biar sering sms Nur sekedar menanyakan lagi ngapain? sibuk gak? met makan ya , jangan lupa solat dll. Nur merespon perhatian Bian dengan ramah dan Nur merasa nyambung dan nyaman ketika dia bisa akrab dengan Bian.
Hingga pada akhirnya Bian memberanikan diri untuk berkunjung kerumah Nur tanpa Adi. Nur yang seru,cerewet dan berani di sms mendadak kikuk ketika dia harus berhadapan langsung dengan Bian. Nur nampak binggung memulai percakapan darimana dan tak mungkin juga dia harus membahas apa yang mereka bicarakan di sms dan postingan yang yang mereka tulis diberanda mereka masing-masing.

"bagaimana kalau kita keluar cari angin". Bian menawarkan, Nur mengangguk tanda setuju.
Mereka tak punya tujuan harus kemana, mereka hanya telihat berkeliling sambil menikmati udara yang sejuk dan cuaca yang sedikit mendung. hingga akhirnya mereka berhenti disalah satu warung bakso pinggir jalan.

"kamu kenapa Nur? kok kamunya gak seperti waktu kita smsan". tanya Bian terheran.

"mmmm maaf ya Bi, aku nerveous aja waktu deket kamu". jawab nur dengan polosnya.

"kenapa bisa seperti itu?nyantai aja kalii sama aku". jawab Bian santai.

"gak tau kenapa aku kayak gini, rasanya deg-deg an gitu waktu aku deket kamu Bi". Nur malu-malu melihat Bian.

" aku kayak penjahat yaa sampai kamu takut sama aku?". canda Bian.

"gak gitu kog,entah sepertinya aku punya perasaan aneh sama kamu Bi". Nur menjawab sekenanya. Nur berusaha jujur sama Bian terhadap perasaannya yang ternyata Nur jatuh cinta sama Bian. Dan Bian sangat menyadari itu, Bian hanya ingin tau bagaimana perasaan Nur kepadanya.

"aku suka sama kamu Bi, maaf yaa kalau kamu mikirnya aku terlalu agresif. Tapi inilah
 aku yang gak bisa nyimpen perasaan ini terlalu lama Bi. aku harap kamu bisa ngerti Bi,,maafin aku". Nur tertunduk, menyadari apa yang telah ia lakukan.

"bagaimana kalau kita pulang sekarang? sepertinya juga mau hujan". Bian
beranjak dari tempat duduk dan menuju kasir.

Sepanjang perjalan pulang suasana kembali terasa canggung, Nur yang diam sembari melihat jalanan dan Bian sedang memperhatikan Nur dari kaca spion.
Sesampainya di rumah Nur, Bian menyempatkan duduk sebentar sebelum iya berpamitan untuk pulang.
" tak ada yang harus kamu takutkan Nur, jangan merasa bersalah seperti itu. aku juga mau bilang kalau aku juga sayang kamu Nur". pernyataan Bian membuat Nur kaget dan memeperhatikan Bian dalam.

"kamu serius Bian?kamu gak sedang becanda kan? tadi itu aku....". belum sempat Nur melanjutkan kata-katanya Bian menyentuh bibir Nur.

"ssstttt sudah Nur jangan merasa tak enak terus aku sudah tau kog perasaan kamu dan itu gak salah. kamu gak haris terus minta maaf sama aku, perasanmu benar dan aku cukup peka akan hal itu dan aku aku sayang sama kamu". Nur tertegun dia tak bisa berkata apa-apa lagi. Suasana yang canggung itu berubah menjadi sunyi dan perlahan Bian tiba-tiba mencium bibir Nur untuk pertama kalinya. Nur yang tak pernah ciuman dan terbawa suasana menjadikan suasana mencair.

Bian pun berpamitan pulang.... "mulai sekarang kita pacaran yaa". tutur Bian sembari mengenakan helm. Nur yang tak bisa berkata apa-apa, mengangguk dan sesekali menyentuh bibirnya. Dalam benaknya Dia merasa bersalah atas apa yang telah terjadi, Nur merasa belum siap.

Satu bulan berlalu hingga akhirnya mereka mempunyai nama panggilan spesial seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Kecintaan Nur terhadap tokoh kartun Winnie the pooh  membuat Bian memenaggilnya dengan nama Aypooh begitupun Bian (Bian pooh).
Hubungan Nur dan Bian tidak banyak orang yang tau termasuk sahabat Nur yaitu Desy. Desy yang akhirnya mengetahui mendadak marah dan menemui Nur yang sedang di Kantin perusahaan.

"ok Nur kamu sudah punya pacar dan kamu gak ngasih tau aku, sementara aku tau dari Adi". tutur Desy yang setengah kesal.

"maaf ya sobat, bukan gitu maksud aku aku punya alasan buat itu.pliss jangan marah yaa sobat". Desy yang melihat muka polos Nur mencoba meredam emosinya. Desy tak bisa melihat sahabatnya yang begitu polos.

"ok aku maafkan, tapi lain kali kalau ada apa-apa cerita dong ke aku". Desy menyenggol lengan Nur dengan canda.Nur kemudian menjelaskan dan menceritakan semua yang terjadi.

"tapi aku gak sebegitu yakin sama dia sy".  tutur Nur tiba-tiba.

"kenapa?bukannya kamu yang nembak dia duluan". canda Desy.

"ah kamu udah dong jangan ngeledek kayak gitu". manyun " dia itu anak kuliahan Sy dia juga anak band kenapa dia bisa suka balik sama aku ya...?takutnya aku cuma dipermainin aja Sy". lanjut Nur.

"namanya juga Cinta Nur, semua bisa aja terjadi. kadang mata bisa buta kalau hati sudah dipenuhi dengan perasaan Cinta. Bisa-bisa  sayur pare yang pahit aja rasanya bisa jadi sedap kalau dimakan seseorang yang sedang jatuh cita..hhhiiihhiii" Desy masih bercanda. Nur mulai terlihat kesal.

"terus bagaimana dong? kamu kan juga baru satu bulan sama dia setidaknya jalanin aja dulu buang perasaan yang aneh-aneh itu. semakin kamu meyakini perasaan aneh-anehmu itu nanti takutnya bisa kejadian bener lho". kini Desy membuat sahabatnya merasa tenang.

"pokoknya kalau terjadi apa-apa bilang aku aja Nur, biar nanti aku kasih pelajaran si Adi dan Bian kalau mereka berani nyakitin kamu". lanjut Desy.

"Adi gak ada hubungannya sama ini Sy, dia baik mencoba membuat aku gak sedih lagi. dan ini semua menjadi keputusan aku dan Bian". tutur Nur.

Memasuki bulan  ke 3 hubungan Nur dan Bian keadaan semakin berubah. Bian sudah jarang menghubungi Nur dan membalas smsnya, postingan di facebook  juga banyak sekali status yang tidak mencerminkan Bian seperti biasanya. Nur semakin tak mengerti dengan sikap Bian dan dia mencoba bertanya kepada Adi yang menjadi sahabat baik Bian. Adi pun tak mengetahui berubahnya sikap sahabatnya itu, meski 1 kampus namun mereka berdua berbeda jurusan perkuliahan. Hingga pada suatu hari Bian datang kerumah Nur dan meminta maaf atas sikap yang ditunjukkan akhir-akhir ini. dan betapa mengejutkannya Bian ingin mengakhiri hubungannya dengan Nur. Nur yang mendengarkan pernyataan Bian mencoba tegar dan tak menunjukkan rasa sedihnya dihadapan Bian. Nur berusaha menerima keadaaan ini , apa yang menjadi perasaan aneh itu akhirnya terjadi. Bian mengatakan Nur terlalu baik untuknya, dia tak bisa menyakiti hati seorang gadis yang begitu polos.
Bian juga menyadari bahwa ia tak bisa mencinta Nur dengan tulus, Bian masih belajar untuk mencintainya. Sebagaimana perumpamaan "kamu adalah apa yang selalu aku tulis dalam cerita. dan aku adalah apa yang tak pernah engkau baca". Bian yang tak pernah mengajak Nur utuk bertemu teman-temannya untuk sekedar hang out  bareng, ataupun menceritakan kisah cinta mereka. sangatlah berbeda dengan Nur yang selalu membanggakan Bian kepada teman-temannya.

Begitu cepat hubungan ini berakhir dan ciuman pertama Nur membuatnya merasakan penyesalan yang begitu mendalam. "cinta itu buta,logika yang memberinya mata. namun ia mati sebagaimana aku menginginkannya". Mungkin benar terkadang cinta itu buta yang membutakan segalanya tak cukup dengan perasaan saja tapi harus dengan mengenal ia sebelum akhirnya untuk memutuskan untuk bersama.
 "Mungkin cinta itu lewat saja, tetapi dia meninggalkan bekas bagaikan retakan diatas batu" Dan cerita cinta yang singkat itu menjadikan Nur semakin mengerti dan setidaknya Nur masih ingat waktu itu dia memberanikan main kerumah Bian mencoba mengenal keluarganya dan telihat orang tuanya memang tak menyetujui hubungan mereka. Dan solat berjamaah waktu itu akan menjadi kenagan tersendiri bagi Nur. Dan tak lama kisah cinta itu berakhir  Nur mendengar bahwa Bian akan melangsungkan pertunangan dengan gadis pilihan orang tuanya.Nur kembali harus bisa menerima kenyataan kehilangan cinta yang mengajarkan sesuau yang baru untuknya.

"Inilah saat dimana aku harus merelakanmu, selayaknya hujan merelakan rintikya untuk menceritakan kisahku denganmu yang dulu ". ^_^

#yangterdalam

Senin, 28 Desember 2015

#Malam Itu....

    Malam itu hujan turun dengan begitu derasnya, hampir tak ada celah untuk mencari tempat teduh yang setidaknya tak membuat menjadi basah kuyup. Sudah hampir 2 jam lebih Nur masih mematung di pos satpam tempat ia bekerja kala itu. Mobil jemputan perusahaan sudah tak lagi mengantakan karyawan, beberapa menit yang lalu mobil jemputan terakhir sudah di serbu karyawan lain yang ingin cepat-cepat pulang dan sayangya Nur tak kebagian tempat duduk sehingga Ia rela untuk mundur.
  
   Pos satpam masih terlihat sesak dengan karyawan yang menunggu hujan redah atau sekedar menunggu seseoran yang rela menjemput mereka di tengah hujan yang sangat deras. Nur sesekali melihat handphone yang ia pegang, dan tak satupun massage yang ingin menjemputnya. Tiba-tiba seseorang memanggil dia...."Nur....". panggil Agus (teman satu unit kerja Nur).

"Agus, kamu belum pulang?" Tanya Nur.

" iya ini aku baru keluar dari parkiran, tadi motorku sempetrewel jadi tadi benerin dulu. kamu sendiri belum pulang?" tanya Agus lagi.

"ketinggalan mobil jemputan Gus". jawab Nur setengah memelas.

"bareng yuk,hujan kayak gini redahnya lama.kamu mau nunggu sampe besok pagi?heheheh".canda Agus.Agus pun membonceng Nur menerjang Hujan lebat malam itu.

     Di persimpangan jalan Nur turun dari motor Agus dan tak lupa ia mengucapkan terima kasih, dan Agus pun berlalu.
Jalan menuju rumah Nur nampak sepi tidak seperti biasanya, hampir tak ada becak lalu lalang. Nur nampak cemas dan takut, malam itu Nur benar-benar sendiri. Jam tangan menunjukkan pukul 20.00 Nur ingin beranjak dari pojok persimpangan tapi  Nur menarasa ada sesuatu yang membuat dia memurungkan niat beranjak dari sana.

    Suara bus berhenti terlihat beberapa orang yang turun, Nur berharap salah satu diantaranya seseorang yang ia kenal yang bisa menolongnya dari kesendirian malam itu.
"Nur....". sapa seseorang dengan memakai baju putih, berkacamata dan memakai tas ransel.
"Wahyu...". Balas Nur setengah tak percaya. Wahyu adalah teman kecil, tetangga sekaligus mantan pacar Nur. sejak lulus SMA mereka hampir tak pernah bertemu. Terakhir yang Nur ketahui Wahyu kuliah di salah satu Universitas Kesehatan Keperawatan di luar kota. Dan semenjak itulah Nur tak pernah melihat Wahyu di kampungnya.

     Wahyu dan Nur nampak saling pandang hingga mereka akhirnya bercakap-cakap di pojok persimpangan.
" kamu apa kabar Nur, sudah lama yaa kita gak ketemu". Wahyu memulai percakapan dengan memperlihatkan senyum manisnya. senyum myag masih Nur lihat, senyum yang khas punya Wahyu.
" iya kita uah lama banget gak ketemu". Balas Nur denga sedikit salah tingkah. Mereka pun asik bercengkrama, Dan terlihat sesekali Wahyu membenarkan kacamatanya. Dengan hidung mancung yang Wahu miliki semakin membuat Nur terpanah. Nur sangat suka dengan cowok berkacamata, melihat Wahyu semakin keren membuat Nur semakin salah tingkat.

   Cerita putusnya hubungan mereka karena mereka arus seklah di SMA yang berbeda. Dengan situasi dan ruang lingkup sekolah Wahyu yang lebih hits membuat Wahyu jatuh hati dengan cewek lain dan memtuskan Nur agar Nur tak merasa diskiti dan dikecewakan. Tetapi malam itu Nur seolah melupakan peristiwa itu dan kembali memgingat memori indah yang dilalui bersama Wahyu. Nur masih ingat waktu itu mereka sama-sama tak memiliki handphone, alat komunikasi satu-satunya yag mereka miliki adalah teman. Malik (teman sepermainan Wahyu dan Nur) adalah orang yang berjasa dicerita cinta mereka, karena dia rela menjadi Mas-mas penyampai pesan apabila Wahyu dan Nur ingin janjian pergi jogging, main,berangkat sekolah sama-sama atau rela nemenin Wahyu yang Nunggu Nur pulang sekolah dan terkadang Nur dan Wahyu saling mengirim surat apabila Malik sedang sibuk.

    Tanpa terasa hujan sudah mulai redah Wahyu mengajak Nur makan mie ayam yang tak jauh dari persimpangan. Sembari makan mie ayam mereka melanjutkan percakapan.....
"gimana sekarang sama cowok barunya?". tanya Wahyu yang membuat Nur tersedak.

"cowok baru apa, aku gak punya cowok." jawab Nur sembari membersihkan sisa kuah mie ayam yang menempel dibibirnya.

"embbbb, boleh minta nomer kamu gak?".Wahyu mengeluarkan Handphone dari sakunya. Nur oun memberikan Nomer hp nya.

"kamu serius gak punya cewek?". Tanya Nur memastikan.
" cowok sekeren Wahyu  gak ada yang naksir?Omaigod pada kemana nich cewek-cewek, cwok keren kog dianggurin. mau dong diajak balikan wahyu..". gumam Nur dalam hati.

"iya aku juga gak punya pacar kog Nur. Eh sebentar yaa ibuku telphone". Wahyu mengangkat telpone yang berdering.

Tak lama kemudian Wahyu mengajak Nur untuk naik becak bersama, karena Ibu Wahyu sudah ingin putranya cepat-cepang pulang. Beberapa menit kemudian beruntunglah ada bapak tukang becak melintas. Karena masih rintik hujan, plastik penutup yang berada dibecak diturunkan sehingga mebuat Wahyu dan Nur tak tampak dari luar tinggalh mereka berada di dalam beca dengan suasana canggung.

"nanti kalau nyampe rumah aku sms yaa". Tutur Wahyu sembari melempar senyum ke arah Nur dekat sekali. Nur mengangguk tanda setuju.
Nur tak menyangka malam itu menjadi malam yang indah buat Nur. Perasaan yang menahan dia utuk beranjak dari persimpanagan berhasil mempertemukan dia dengan Wahyu. Deras hujan yang turun seakan tak terasa berlalu dengan percakapan ringan. "Wahyu adalah bagian terkecil dari partikel memori Nur yang paling dia rindukan". Dia adalah seseorang yang begitu berkesan di hati Nur, bagaimana tidak ketika Wahyu terlihat malu-malu menyatakan cinta sehingga ia memberikan sebuah foto milik nya (Wahyu)dan dibalik foto tersebut bertuliskan  I LOVE YOU NUR FROM WAHYU  sekilas terlihat konyol tapi itu sebuah kenyataan

Di depan gang.... "thanks wahyu buat malam ini, setidaknya malam ini kamu udah bikin aku merasa gak sendiri". Tutur Nur yang sebenarnya tak ingin cepat berlalu. 

" iya Nur sama-sama kamu juga udah nemenin aku malam ini setidaknya kita bisa ketemu lagi, yasudah jangan lupa nandi biar gak pusing habis kena ujan dan nanti aku sms kamu. byee". sembari tersenyum dan berlalu "Senyumnya masih terlihat sama, menghadirkan kembali rindu yang berantakan".

Hujan kali ini terasa berbeda, terisak sesak ketika ku lihat bayang punggungmu semakin menghilang bersama dinginnya malam. Setidaknya malam Itu Nur bisa berbahagia, Wahyu menepati janji untuk sms dia. menanyakan sudah makan apa belum? lagi ngapain sekarang? hingga larut malam Nur masih setia berbalas sms  dengan Wahyu. Dan sebelum chat  berkahir,Wahyu menyatakan bahwa dia harus bertuga di luar kota untk waktu yang cukup lama. dan Wahyu sebisa ungkin akan merajut komunikasi dengan Nur apabila ia merasa tak sibuk.

Ya mungkin benar Masa-Masa paling indah itu Cinta pertama, dan Wahyu adalah cinta monyet dan cinta pertama Nur tetapi keadaan dan takdirlah yang tak mempersatukan mereka.
" Jika akhirnya bukan dia yang menjadi akhir perjalananku, aku akan tetap merasa bahagia karena perjalanan itu ku lewati bersamamu". gumam Nur dalam hati.

Quote : "AKU BAHAGIA KETIKA GERIMIS DATANG. KARENA GERIMIS MENGINGATKANKU, IA PERNAH MENAHANKU UNTUK SEDIKIT LAMA BERSAMAMU  ^_^'

Jumat, 25 Desember 2015

#wjahBerminyak

Siang itu di depan teras rumah Nur, sepupunya datang menghampiri.....
"eh belek malam minggu nanti ada rencana kemana ". tanya Iras sekenannya. (belek adalah sapaan akrab Iras dan Nur).
"tau paling di rumah aja kamu tau sendiri aku gak punya pacar". jawab Nur sembari memencet mencet hapenya biar kelihatan sibuk.
" lho jadi putus sama Fahri?". tanya Iras penuh selidik. Nur tak menggubris, diketahui belakang Fahri terlalu penemburu sehingga Nur memutuskan hubungannya dengannya.

"eh liat dech wajahmu kog tambah dekil gitu sich, bermnyak banget". celetuk Iras.
"thanks lhoo yaa kamu sekian dari orang yang ngomong kayak gitu". gerutu Nur.
"coba dech pake krim kayak aku, liat hasilnya". Iras menunjukkan wajahnya yang semakin hai semakin putih dan bersih.
 "aku masuk dulu yaa". Nur berlalu sebenernya dia juga ingin punya wajah cantik seperti itu. Nur  tau sepupunya itu begitu mudah mendapatkan perhatian cowok apalagi pacar. Dan wajah menjadi salah satu problem Nur mendapatkan perhatian cowok. dengan wajah yang kusam, banyak bekas jerawat dimukanya membuat Nur tak percaya diri unuk bertemu ataupun berkenalan dengan cowok ganteng. boro-boro kenalansama cowok ganteng, terkadang teman-teman di kampusnya saja suka ngeledekin dia.

Keesokan harinya di tempat kerja, Nur mencoba mendekati temennya yang kebetulan dia pernah pergi kedokter kecantikan untuk mempercantik wajahnya. dan hasilnya benar temannya yang biasa dipanggil ciwid itu tambah cantik.
" eh wid aku boleh tanya sesuatu gak?". tanya Nur malu-malu.
"mau tanya apa Nur?". Jawab Ciwidh.
"mau tanya dokter kecantikan dong, aku mau punya wajah bersih kayak punya kamu". Nur tak canggung mengatakan isi hatinya.
"hhhehehehehh katanya waktu itu gak berminat?". celetuk Ciwidh sembari ketawa kecil.
" sekarang mau wid, aku ingin punya pacar widh kamu gak kasihan sama aku?. Nur memasang muka memelas.
Ciwidh mulai menjelaskan prosedur dokter kecantikan itu dan itu membuat Nur semakin antusias untuk mencobanya.
"ok widh antar aku kesana besok".  jawab Nur dengan mantab.

Keesokan harinya di tempat dokter kecantikan terlihat susana antri, sudah banyak pasien yang menunggu. Nur nampak mulai cemas entah antrian keberapa nantinya Nur akan berkesempatan untuk konsultasi dengan dokternya. hari sudah mulai gelap, Nur menghawatirkan Ciwidh karena merasa tak enak hingga pukul 20.00 dia masih setia menunggu, dan akhirnya giliran Nur masuk kedalam ruangan ditemani Ciwidh.

Setelah beberapa bulan kemudian obat yang diberikan dokter kecantikan itu habis, Nur tak memiliki uang cukup untuk membeli seperangkat obat dan make up yang direkomendasikan si dokter. Dan wajah Nur kembali terlihat kusam, dan cerita penggeledekan wajah Nur kembali terjadi.
Suatu ketika tetangga Nur datang kerumah Nur untuk bertemu dengan kakaknya. setelah asik mengobrol degan si kakak, si tetengga dengan usil memperhatikan Nur yang sedang asik dengan hapenya.
" wajahmu berminyak yaa Nur, palig kaloo diperas bisa jadi minyak goreng enak lebih hemat". celetuk tetangga Nur yang sangat menohok hati Nur.

 Nur terdiam dan bergegas untuk pergi. sepupu Nur juga bersikap seperti itu, membuat Nur semakin tak percaya diri. dengan sikap Nur yang tak mudah marah tapi cepat sekali sakit hati membuat Nur semakin sadar penampilan tidak hanya bertujuan untuk menarik perhatian laki-laki saja melainkan orang-orang disekililing kita sangat menilai terhadap semua apa yang didirikita. Sekali kita bisa saja diam namun untuk beberpa waktu mungkin juga mengusik kesabaran kita. yaa benar terkadang kehidupan tidak hanya ada baiknya sajatapi di dalamnuya akan ada sesuatu yang bisa membuat kita terjatuh  terjatuh lagi dan akhirnya bisa bangkit. kiat harus bisa memilih apa yang terbaik untuk kita dan terkadang ucapan mereka ada baiknya juga. jangan jadikan cemoohan menjadi batu sandungan untuk kita merasa sakit hati maupun tak percaya diri. jadikan setiap ucapan mereka yang menghina ataupun sejenisnya sebagai motivasi untuk lebih menjadi lebih baik lagi, membangun pribadi yang baik dan untuk lebih cantik lagi pastinya.

dengan muka pas-pasan seperti Nur, mungkin Nur memang perlu untuk sedikit berusaha untuk memperbaiki penampilannya. karena kebutuhan yang mendorong untuk sedikit lebih berkorban. tapi Nur tak perlu memaksakan karena masih banyak cara untuk ditempuh untuk mendapatkan wajah cantik. tidak hanya wajah cantik dari luar tetapi cantik dari dalam, mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama. tanpa usaha mungkin itu semuatidak terjadi, bukan hanya dengan niat saja tetapi degan perbuatan.  "be your self, you make so fine" ^_^

#Jomblo

      Sudah di penghujun tahun 2015 tinggal mengitung hari saja 2015 akan berlalu. sudah 24 bulan 168 minggu Nur meewati masa kesendiriannya. Dia mulai gelisah lantaran teman seusianya sudah menikah dan hampir diantaranya sudah mempunyai anak. terakhir teman satu genknya sedang mengandung. hampir postngan di faceboknya foto bayi yang lucu dan imut memenuhi beranda pemberitahuannya. Nur merasa senang dan terkadang dia juga merasa jengkel sama dirinya sendiri. "kapan aku bia kayak mereka". gumannya. 
     
    Dulu waktu diputusin aja sok lapang dada "sendiri lebih baik dan aku bisa bahagia tanpa pacar". Tapi pad kenyataannya sampai sekarang masih betah menjomblo, bukan karena Nur tak ingin pacaran melainkan tidak ada cowok yang berusaha mendekati dia. Entah kutukan dari mana sampai Nur tak terlihat memiliki pacar 2 tahun terakhir ini. Dan kisah Nur bermula dari......

nada dering handphone berbunyi (ttiiittt...tiiittttt)
"ya hallo" jawab Nur dengan suara berat (suara orang yang belum sadar bangun tidur).
"kamu gak masuk kuliah hari ini" tanya seseorang dari seberang sana.
"iya ini mau siap-siap ,tunggu ya...". telphone dimatikan, Nur bergegas bangun dari tempat tidurnya.

Di Kampus Universitas Terbuka...
"eh ndug kowe nanti jadi ikut ora kerja kelompok ngerjain tugas" tutur Kiki teman dekat Nur di Kampus. Kiki adalah teman curhat Nur yang setia, dimanapun dan kapan pun Kiki selalu mendengarkan curhatnya. tidak heran kalau mereka punya panggilan akrab yaitu ndug  yang artinya (anak perempuan).
"si mister ikud kelompok kita gak ndug?" tanya Nur yang belakangan ini naksir Azzam teman sekelas dan sahabat mereka.

"menurut aku kamu lupain  Azzam dech ndug". Kiki memasang muka serius.
"kenapa?". Nur penasaran.

"Azzam mau menikah Ndug, kemarin waktu dia gak masuk ternyata dia tunagan Ndug". Dengan berat hati Kiki menceritakan semuanya yang dia ketahui tentang Azzam. Nur tampak terdiam.
" kowe rapopo kan Ndug?".Kiki memastikan sahabatnya tak bersedih.

" iya Ndug aku gak papa, yasudah aku pulang dulu yaa... nanti kalau sempet aku nyusul ke rumah kamu buat ngerjain tugas.. bye...". Nur berlalu nampak raut sedih tercermin dari wajahnya. tak biasanya Kiki mendapati temanya bersedih seperti ini.

 Kiki sangat menyadari perasaan Nur terhadap Azzam, Nur jauh cinta sama Azzam sejak awal masuk kuliah. Waktu itu Kiki ingat Azzam terlambat datang dan duduk di bangku belakang Nur. Dan sejak awal perjumpaan itu Nur mulai jatuh cinta pada pandangan pertama. Nur jatuh cinta diam-diam kepada Azzam, meskipun mereka dekat Nur tak pernah bisa mengungkapkan perasaannya karena Nur tahu persahabatannya dengan Azzam sangat berarti lebih dari status pacar. Azzam sangat baik kepada semua orang dan seringkali Nur  salah mengartikan sikap baik Azaam kepadanya. Kiki selalu berharap sahabatnya bisa menemukan laki-laki yang bisa menyanyangi dia dan bisa memahami diri Nur sepenuhnya. Dan Kiki sangat tahu apa yang terjadi pada Nur beberapa tahun silam. Nur selalu dibuat sakit hati sama pacar-pacarnya dahulu hingga akhirnya Nur memutuskan untuk sendiri dan sementara tidak menjalin hubungan spesial dengan laki-laki. 

Disisi lain Nur tampak murung, sedih dan patah hati. "Tuhan kapan aku bisa merasakan bahagia seperti mereka yang memiliki pasangan?". gumam Nur sembari melihat keluar jendela.
" apakah kebahagian itu hanya milik mereka yang beruntung? memiliki wajah cantik? body langsing, banyak uang? gumam Nur lagi.
"apa hanya aku yang memiliki wajah tidak cantik, bentuk fisik yang kurang,sususunan gigi yang tak rata,wajah penuh bekas jerwat,rambut sedikit botak dan gaji pas-pasan  yang gak bisa punya pacar?. tambah Nur sembari menangis.
" kenapa Tuhan? apakah akan selalu begini?" sesenggukan.

Terkadang apa yang kita mau tidak bisa langsung kita dapatkan. Jomblo selama 2 tahun mungkin sudah menjadi takdir dari Tuhan, karena Tuhan sengaja mempertemukan dengan beberapa orang yang salah sebelum kita benar-benar menemukan seseorang yang tepat. jodoh,maut dan rezeki sudah menjadi ketentuanNya karena manusia hanya bisa berencana dan semua keputusan  akan kembali kepadaNya pula.

Nur harus bisa bersabar melihat sekelilingnya bisa berbahagia. Sepupunya bisa menjalin komunikasi yang baik meski LDR, temen-temen kantornya yang prepare tahun baruan sama pacar masing-masing dan postingan status di Facebook yang penuh kebahagian dari orang-orang yang tak Nur kenal.Dan Nur harus tetap berusaha untuk lebih membuka hati kepada laki-laki yang ingin mendekatinya. Cinta bukan hanya sekedar kata saja melainkan memiliki makna yang mendalam. Bukan hanya keberanian untuk mengungkapkan tetapi keberanian untuk selalu menjaga hubungan menjadi lebih baik untuk waktu yang cuckup lama. dan bukan hanya laki-laki saja yang harus mengungkapkan tapi wanita pun punya hak untuk mengungkapkan perasaannya. karena rasa Cinta semakin dipendam akan terasa sakit, berani mengungkapkan itu baik. Dari jatuh cinta diam-diam siapa tau dia memiliki perasan yang sama ^_^." positive thingking gaaeessss"