Senin, 28 Desember 2015

#Malam Itu....

    Malam itu hujan turun dengan begitu derasnya, hampir tak ada celah untuk mencari tempat teduh yang setidaknya tak membuat menjadi basah kuyup. Sudah hampir 2 jam lebih Nur masih mematung di pos satpam tempat ia bekerja kala itu. Mobil jemputan perusahaan sudah tak lagi mengantakan karyawan, beberapa menit yang lalu mobil jemputan terakhir sudah di serbu karyawan lain yang ingin cepat-cepat pulang dan sayangya Nur tak kebagian tempat duduk sehingga Ia rela untuk mundur.
  
   Pos satpam masih terlihat sesak dengan karyawan yang menunggu hujan redah atau sekedar menunggu seseoran yang rela menjemput mereka di tengah hujan yang sangat deras. Nur sesekali melihat handphone yang ia pegang, dan tak satupun massage yang ingin menjemputnya. Tiba-tiba seseorang memanggil dia...."Nur....". panggil Agus (teman satu unit kerja Nur).

"Agus, kamu belum pulang?" Tanya Nur.

" iya ini aku baru keluar dari parkiran, tadi motorku sempetrewel jadi tadi benerin dulu. kamu sendiri belum pulang?" tanya Agus lagi.

"ketinggalan mobil jemputan Gus". jawab Nur setengah memelas.

"bareng yuk,hujan kayak gini redahnya lama.kamu mau nunggu sampe besok pagi?heheheh".canda Agus.Agus pun membonceng Nur menerjang Hujan lebat malam itu.

     Di persimpangan jalan Nur turun dari motor Agus dan tak lupa ia mengucapkan terima kasih, dan Agus pun berlalu.
Jalan menuju rumah Nur nampak sepi tidak seperti biasanya, hampir tak ada becak lalu lalang. Nur nampak cemas dan takut, malam itu Nur benar-benar sendiri. Jam tangan menunjukkan pukul 20.00 Nur ingin beranjak dari pojok persimpangan tapi  Nur menarasa ada sesuatu yang membuat dia memurungkan niat beranjak dari sana.

    Suara bus berhenti terlihat beberapa orang yang turun, Nur berharap salah satu diantaranya seseorang yang ia kenal yang bisa menolongnya dari kesendirian malam itu.
"Nur....". sapa seseorang dengan memakai baju putih, berkacamata dan memakai tas ransel.
"Wahyu...". Balas Nur setengah tak percaya. Wahyu adalah teman kecil, tetangga sekaligus mantan pacar Nur. sejak lulus SMA mereka hampir tak pernah bertemu. Terakhir yang Nur ketahui Wahyu kuliah di salah satu Universitas Kesehatan Keperawatan di luar kota. Dan semenjak itulah Nur tak pernah melihat Wahyu di kampungnya.

     Wahyu dan Nur nampak saling pandang hingga mereka akhirnya bercakap-cakap di pojok persimpangan.
" kamu apa kabar Nur, sudah lama yaa kita gak ketemu". Wahyu memulai percakapan dengan memperlihatkan senyum manisnya. senyum myag masih Nur lihat, senyum yang khas punya Wahyu.
" iya kita uah lama banget gak ketemu". Balas Nur denga sedikit salah tingkah. Mereka pun asik bercengkrama, Dan terlihat sesekali Wahyu membenarkan kacamatanya. Dengan hidung mancung yang Wahu miliki semakin membuat Nur terpanah. Nur sangat suka dengan cowok berkacamata, melihat Wahyu semakin keren membuat Nur semakin salah tingkat.

   Cerita putusnya hubungan mereka karena mereka arus seklah di SMA yang berbeda. Dengan situasi dan ruang lingkup sekolah Wahyu yang lebih hits membuat Wahyu jatuh hati dengan cewek lain dan memtuskan Nur agar Nur tak merasa diskiti dan dikecewakan. Tetapi malam itu Nur seolah melupakan peristiwa itu dan kembali memgingat memori indah yang dilalui bersama Wahyu. Nur masih ingat waktu itu mereka sama-sama tak memiliki handphone, alat komunikasi satu-satunya yag mereka miliki adalah teman. Malik (teman sepermainan Wahyu dan Nur) adalah orang yang berjasa dicerita cinta mereka, karena dia rela menjadi Mas-mas penyampai pesan apabila Wahyu dan Nur ingin janjian pergi jogging, main,berangkat sekolah sama-sama atau rela nemenin Wahyu yang Nunggu Nur pulang sekolah dan terkadang Nur dan Wahyu saling mengirim surat apabila Malik sedang sibuk.

    Tanpa terasa hujan sudah mulai redah Wahyu mengajak Nur makan mie ayam yang tak jauh dari persimpangan. Sembari makan mie ayam mereka melanjutkan percakapan.....
"gimana sekarang sama cowok barunya?". tanya Wahyu yang membuat Nur tersedak.

"cowok baru apa, aku gak punya cowok." jawab Nur sembari membersihkan sisa kuah mie ayam yang menempel dibibirnya.

"embbbb, boleh minta nomer kamu gak?".Wahyu mengeluarkan Handphone dari sakunya. Nur oun memberikan Nomer hp nya.

"kamu serius gak punya cewek?". Tanya Nur memastikan.
" cowok sekeren Wahyu  gak ada yang naksir?Omaigod pada kemana nich cewek-cewek, cwok keren kog dianggurin. mau dong diajak balikan wahyu..". gumam Nur dalam hati.

"iya aku juga gak punya pacar kog Nur. Eh sebentar yaa ibuku telphone". Wahyu mengangkat telpone yang berdering.

Tak lama kemudian Wahyu mengajak Nur untuk naik becak bersama, karena Ibu Wahyu sudah ingin putranya cepat-cepang pulang. Beberapa menit kemudian beruntunglah ada bapak tukang becak melintas. Karena masih rintik hujan, plastik penutup yang berada dibecak diturunkan sehingga mebuat Wahyu dan Nur tak tampak dari luar tinggalh mereka berada di dalam beca dengan suasana canggung.

"nanti kalau nyampe rumah aku sms yaa". Tutur Wahyu sembari melempar senyum ke arah Nur dekat sekali. Nur mengangguk tanda setuju.
Nur tak menyangka malam itu menjadi malam yang indah buat Nur. Perasaan yang menahan dia utuk beranjak dari persimpanagan berhasil mempertemukan dia dengan Wahyu. Deras hujan yang turun seakan tak terasa berlalu dengan percakapan ringan. "Wahyu adalah bagian terkecil dari partikel memori Nur yang paling dia rindukan". Dia adalah seseorang yang begitu berkesan di hati Nur, bagaimana tidak ketika Wahyu terlihat malu-malu menyatakan cinta sehingga ia memberikan sebuah foto milik nya (Wahyu)dan dibalik foto tersebut bertuliskan  I LOVE YOU NUR FROM WAHYU  sekilas terlihat konyol tapi itu sebuah kenyataan

Di depan gang.... "thanks wahyu buat malam ini, setidaknya malam ini kamu udah bikin aku merasa gak sendiri". Tutur Nur yang sebenarnya tak ingin cepat berlalu. 

" iya Nur sama-sama kamu juga udah nemenin aku malam ini setidaknya kita bisa ketemu lagi, yasudah jangan lupa nandi biar gak pusing habis kena ujan dan nanti aku sms kamu. byee". sembari tersenyum dan berlalu "Senyumnya masih terlihat sama, menghadirkan kembali rindu yang berantakan".

Hujan kali ini terasa berbeda, terisak sesak ketika ku lihat bayang punggungmu semakin menghilang bersama dinginnya malam. Setidaknya malam Itu Nur bisa berbahagia, Wahyu menepati janji untuk sms dia. menanyakan sudah makan apa belum? lagi ngapain sekarang? hingga larut malam Nur masih setia berbalas sms  dengan Wahyu. Dan sebelum chat  berkahir,Wahyu menyatakan bahwa dia harus bertuga di luar kota untk waktu yang cukup lama. dan Wahyu sebisa ungkin akan merajut komunikasi dengan Nur apabila ia merasa tak sibuk.

Ya mungkin benar Masa-Masa paling indah itu Cinta pertama, dan Wahyu adalah cinta monyet dan cinta pertama Nur tetapi keadaan dan takdirlah yang tak mempersatukan mereka.
" Jika akhirnya bukan dia yang menjadi akhir perjalananku, aku akan tetap merasa bahagia karena perjalanan itu ku lewati bersamamu". gumam Nur dalam hati.

Quote : "AKU BAHAGIA KETIKA GERIMIS DATANG. KARENA GERIMIS MENGINGATKANKU, IA PERNAH MENAHANKU UNTUK SEDIKIT LAMA BERSAMAMU  ^_^'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar