Siang itu di depan teras rumah Nur, sepupunya datang menghampiri.....
"eh belek malam minggu nanti ada rencana kemana ". tanya Iras sekenannya. (belek adalah sapaan akrab Iras dan Nur).
"tau paling di rumah aja kamu tau sendiri aku gak punya pacar". jawab Nur sembari memencet mencet hapenya biar kelihatan sibuk.
" lho jadi putus sama Fahri?". tanya Iras penuh selidik. Nur tak menggubris, diketahui belakang Fahri terlalu penemburu sehingga Nur memutuskan hubungannya dengannya.
"eh liat dech wajahmu kog tambah dekil gitu sich, bermnyak banget". celetuk Iras.
"thanks lhoo yaa kamu sekian dari orang yang ngomong kayak gitu". gerutu Nur.
"coba dech pake krim kayak aku, liat hasilnya". Iras menunjukkan wajahnya yang semakin hai semakin putih dan bersih.
"aku masuk dulu yaa". Nur berlalu sebenernya dia juga ingin punya wajah cantik seperti itu. Nur tau sepupunya itu begitu mudah mendapatkan perhatian cowok apalagi pacar. Dan wajah menjadi salah satu problem Nur mendapatkan perhatian cowok. dengan wajah yang kusam, banyak bekas jerawat dimukanya membuat Nur tak percaya diri unuk bertemu ataupun berkenalan dengan cowok ganteng. boro-boro kenalansama cowok ganteng, terkadang teman-teman di kampusnya saja suka ngeledekin dia.
Keesokan harinya di tempat kerja, Nur mencoba mendekati temennya yang kebetulan dia pernah pergi kedokter kecantikan untuk mempercantik wajahnya. dan hasilnya benar temannya yang biasa dipanggil ciwid itu tambah cantik.
" eh wid aku boleh tanya sesuatu gak?". tanya Nur malu-malu.
"mau tanya apa Nur?". Jawab Ciwidh.
"mau tanya dokter kecantikan dong, aku mau punya wajah bersih kayak punya kamu". Nur tak canggung mengatakan isi hatinya.
"hhhehehehehh katanya waktu itu gak berminat?". celetuk Ciwidh sembari ketawa kecil.
" sekarang mau wid, aku ingin punya pacar widh kamu gak kasihan sama aku?. Nur memasang muka memelas.
Ciwidh mulai menjelaskan prosedur dokter kecantikan itu dan itu membuat Nur semakin antusias untuk mencobanya.
"ok widh antar aku kesana besok". jawab Nur dengan mantab.
Keesokan harinya di tempat dokter kecantikan terlihat susana antri, sudah banyak pasien yang menunggu. Nur nampak mulai cemas entah antrian keberapa nantinya Nur akan berkesempatan untuk konsultasi dengan dokternya. hari sudah mulai gelap, Nur menghawatirkan Ciwidh karena merasa tak enak hingga pukul 20.00 dia masih setia menunggu, dan akhirnya giliran Nur masuk kedalam ruangan ditemani Ciwidh.
Setelah beberapa bulan kemudian obat yang diberikan dokter kecantikan itu habis, Nur tak memiliki uang cukup untuk membeli seperangkat obat dan make up yang direkomendasikan si dokter. Dan wajah Nur kembali terlihat kusam, dan cerita penggeledekan wajah Nur kembali terjadi.
Suatu ketika tetangga Nur datang kerumah Nur untuk bertemu dengan kakaknya. setelah asik mengobrol degan si kakak, si tetengga dengan usil memperhatikan Nur yang sedang asik dengan hapenya.
" wajahmu berminyak yaa Nur, palig kaloo diperas bisa jadi minyak goreng enak lebih hemat". celetuk tetangga Nur yang sangat menohok hati Nur.
Nur terdiam dan bergegas untuk pergi. sepupu Nur juga bersikap seperti itu, membuat Nur semakin tak percaya diri. dengan sikap Nur yang tak mudah marah tapi cepat sekali sakit hati membuat Nur semakin sadar penampilan tidak hanya bertujuan untuk menarik perhatian laki-laki saja melainkan orang-orang disekililing kita sangat menilai terhadap semua apa yang didirikita. Sekali kita bisa saja diam namun untuk beberpa waktu mungkin juga mengusik kesabaran kita. yaa benar terkadang kehidupan tidak hanya ada baiknya sajatapi di dalamnuya akan ada sesuatu yang bisa membuat kita terjatuh terjatuh lagi dan akhirnya bisa bangkit. kiat harus bisa memilih apa yang terbaik untuk kita dan terkadang ucapan mereka ada baiknya juga. jangan jadikan cemoohan menjadi batu sandungan untuk kita merasa sakit hati maupun tak percaya diri. jadikan setiap ucapan mereka yang menghina ataupun sejenisnya sebagai motivasi untuk lebih menjadi lebih baik lagi, membangun pribadi yang baik dan untuk lebih cantik lagi pastinya.
dengan muka pas-pasan seperti Nur, mungkin Nur memang perlu untuk sedikit berusaha untuk memperbaiki penampilannya. karena kebutuhan yang mendorong untuk sedikit lebih berkorban. tapi Nur tak perlu memaksakan karena masih banyak cara untuk ditempuh untuk mendapatkan wajah cantik. tidak hanya wajah cantik dari luar tetapi cantik dari dalam, mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama. tanpa usaha mungkin itu semuatidak terjadi, bukan hanya dengan niat saja tetapi degan perbuatan. "be your self, you make so fine" ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar