Jumat, 01 Januari 2016

#FirstTime

   Nur kembali membuka folder foto lama yang sengaja Ia simpan di Laptop. Nur membuka setiap Folder yang ada banyak sekali foto kenangannya bersama sahabatterbaiknya,teman kerjanya dan hingga akhirnya dia membuka folder kenangannya bersama sang Mantan Bian. Yap Bian adalah salah satu mantan terindah Nur setelah Wahyu. Hubungan denga Bian tak berlangsung lama, mereka putus setelah Nur mengetahui kalau Bian akan melangsungkan pertunangan dengan gadis pilihan orang tuanya selain itu Bian memang tidak pernah serius dengan Nur sunuh sangat menyakitkan. Karena ketidaksengajaan itu awal perjumpaan Nur dengan Bian.
  
   Wakt itu libur lebaran Adi yang merupakan teman kerja Nur datang untuk bersilaturrahmi.

Nur, dirumahkah?. sebuah sms diHp Nur.

siapa!!!!. balas Nur sedikit ketus. Nur paling gak suka ada sms dari nomer baru atau orang yang tak ia kenal.

Adi. (teman kerja Nur)

Iya Di ini lagi di rumah. balas Nur lagi.

Ok,10 menit lagi aku kesana.tambah Adi.

10 menit kemudian Adi datang dan terlihat dia tidak sendirian Adi datang dengan teman cowoknya.

"sorry yaa Nur aku ngajak pacarku kesini". canda Adi.

"serius?" tanya Nur shock. Nur memang suka gak percaya, dia terlalu menganggap serius semua hal..

"becanda lagi Nur serius amat , ni kenalin temen kampusku Bian" Adi memperkenalkan.

 Bian dan Nur saling berjabat tangan. Bian yang mudah akrab membaur dengan topik yang dibicarakan Nur dan Adi. Nur yang waktu itu sedih bisa terhibur dengan kedatangan Adi dan Bian. Bian yang mudah akrabm embuat suasana percakapan waktu itu tamenjadi canggung.

"udah sore Nur aku balik duluu yaa, oh iya jangan lupa save nomer tadi itu nomer hp Bian". Adi menjelaskan. Adi memang sengaja mengenalkan Nur dengan Bian, setidaknya Nur bisa move on dari Wahyu dan Nur tak harus bersedih.

Bian melempar senyum ke arah Nur,dan nampaknya Bian menyambut baik pertemuannya dengan Nur. Dan semenjak pertemuan itu, Biar sering sms Nur sekedar menanyakan lagi ngapain? sibuk gak? met makan ya , jangan lupa solat dll. Nur merespon perhatian Bian dengan ramah dan Nur merasa nyambung dan nyaman ketika dia bisa akrab dengan Bian.
Hingga pada akhirnya Bian memberanikan diri untuk berkunjung kerumah Nur tanpa Adi. Nur yang seru,cerewet dan berani di sms mendadak kikuk ketika dia harus berhadapan langsung dengan Bian. Nur nampak binggung memulai percakapan darimana dan tak mungkin juga dia harus membahas apa yang mereka bicarakan di sms dan postingan yang yang mereka tulis diberanda mereka masing-masing.

"bagaimana kalau kita keluar cari angin". Bian menawarkan, Nur mengangguk tanda setuju.
Mereka tak punya tujuan harus kemana, mereka hanya telihat berkeliling sambil menikmati udara yang sejuk dan cuaca yang sedikit mendung. hingga akhirnya mereka berhenti disalah satu warung bakso pinggir jalan.

"kamu kenapa Nur? kok kamunya gak seperti waktu kita smsan". tanya Bian terheran.

"mmmm maaf ya Bi, aku nerveous aja waktu deket kamu". jawab nur dengan polosnya.

"kenapa bisa seperti itu?nyantai aja kalii sama aku". jawab Bian santai.

"gak tau kenapa aku kayak gini, rasanya deg-deg an gitu waktu aku deket kamu Bi". Nur malu-malu melihat Bian.

" aku kayak penjahat yaa sampai kamu takut sama aku?". canda Bian.

"gak gitu kog,entah sepertinya aku punya perasaan aneh sama kamu Bi". Nur menjawab sekenanya. Nur berusaha jujur sama Bian terhadap perasaannya yang ternyata Nur jatuh cinta sama Bian. Dan Bian sangat menyadari itu, Bian hanya ingin tau bagaimana perasaan Nur kepadanya.

"aku suka sama kamu Bi, maaf yaa kalau kamu mikirnya aku terlalu agresif. Tapi inilah
 aku yang gak bisa nyimpen perasaan ini terlalu lama Bi. aku harap kamu bisa ngerti Bi,,maafin aku". Nur tertunduk, menyadari apa yang telah ia lakukan.

"bagaimana kalau kita pulang sekarang? sepertinya juga mau hujan". Bian
beranjak dari tempat duduk dan menuju kasir.

Sepanjang perjalan pulang suasana kembali terasa canggung, Nur yang diam sembari melihat jalanan dan Bian sedang memperhatikan Nur dari kaca spion.
Sesampainya di rumah Nur, Bian menyempatkan duduk sebentar sebelum iya berpamitan untuk pulang.
" tak ada yang harus kamu takutkan Nur, jangan merasa bersalah seperti itu. aku juga mau bilang kalau aku juga sayang kamu Nur". pernyataan Bian membuat Nur kaget dan memeperhatikan Bian dalam.

"kamu serius Bian?kamu gak sedang becanda kan? tadi itu aku....". belum sempat Nur melanjutkan kata-katanya Bian menyentuh bibir Nur.

"ssstttt sudah Nur jangan merasa tak enak terus aku sudah tau kog perasaan kamu dan itu gak salah. kamu gak haris terus minta maaf sama aku, perasanmu benar dan aku cukup peka akan hal itu dan aku aku sayang sama kamu". Nur tertegun dia tak bisa berkata apa-apa lagi. Suasana yang canggung itu berubah menjadi sunyi dan perlahan Bian tiba-tiba mencium bibir Nur untuk pertama kalinya. Nur yang tak pernah ciuman dan terbawa suasana menjadikan suasana mencair.

Bian pun berpamitan pulang.... "mulai sekarang kita pacaran yaa". tutur Bian sembari mengenakan helm. Nur yang tak bisa berkata apa-apa, mengangguk dan sesekali menyentuh bibirnya. Dalam benaknya Dia merasa bersalah atas apa yang telah terjadi, Nur merasa belum siap.

Satu bulan berlalu hingga akhirnya mereka mempunyai nama panggilan spesial seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Kecintaan Nur terhadap tokoh kartun Winnie the pooh  membuat Bian memenaggilnya dengan nama Aypooh begitupun Bian (Bian pooh).
Hubungan Nur dan Bian tidak banyak orang yang tau termasuk sahabat Nur yaitu Desy. Desy yang akhirnya mengetahui mendadak marah dan menemui Nur yang sedang di Kantin perusahaan.

"ok Nur kamu sudah punya pacar dan kamu gak ngasih tau aku, sementara aku tau dari Adi". tutur Desy yang setengah kesal.

"maaf ya sobat, bukan gitu maksud aku aku punya alasan buat itu.pliss jangan marah yaa sobat". Desy yang melihat muka polos Nur mencoba meredam emosinya. Desy tak bisa melihat sahabatnya yang begitu polos.

"ok aku maafkan, tapi lain kali kalau ada apa-apa cerita dong ke aku". Desy menyenggol lengan Nur dengan canda.Nur kemudian menjelaskan dan menceritakan semua yang terjadi.

"tapi aku gak sebegitu yakin sama dia sy".  tutur Nur tiba-tiba.

"kenapa?bukannya kamu yang nembak dia duluan". canda Desy.

"ah kamu udah dong jangan ngeledek kayak gitu". manyun " dia itu anak kuliahan Sy dia juga anak band kenapa dia bisa suka balik sama aku ya...?takutnya aku cuma dipermainin aja Sy". lanjut Nur.

"namanya juga Cinta Nur, semua bisa aja terjadi. kadang mata bisa buta kalau hati sudah dipenuhi dengan perasaan Cinta. Bisa-bisa  sayur pare yang pahit aja rasanya bisa jadi sedap kalau dimakan seseorang yang sedang jatuh cita..hhhiiihhiii" Desy masih bercanda. Nur mulai terlihat kesal.

"terus bagaimana dong? kamu kan juga baru satu bulan sama dia setidaknya jalanin aja dulu buang perasaan yang aneh-aneh itu. semakin kamu meyakini perasaan aneh-anehmu itu nanti takutnya bisa kejadian bener lho". kini Desy membuat sahabatnya merasa tenang.

"pokoknya kalau terjadi apa-apa bilang aku aja Nur, biar nanti aku kasih pelajaran si Adi dan Bian kalau mereka berani nyakitin kamu". lanjut Desy.

"Adi gak ada hubungannya sama ini Sy, dia baik mencoba membuat aku gak sedih lagi. dan ini semua menjadi keputusan aku dan Bian". tutur Nur.

Memasuki bulan  ke 3 hubungan Nur dan Bian keadaan semakin berubah. Bian sudah jarang menghubungi Nur dan membalas smsnya, postingan di facebook  juga banyak sekali status yang tidak mencerminkan Bian seperti biasanya. Nur semakin tak mengerti dengan sikap Bian dan dia mencoba bertanya kepada Adi yang menjadi sahabat baik Bian. Adi pun tak mengetahui berubahnya sikap sahabatnya itu, meski 1 kampus namun mereka berdua berbeda jurusan perkuliahan. Hingga pada suatu hari Bian datang kerumah Nur dan meminta maaf atas sikap yang ditunjukkan akhir-akhir ini. dan betapa mengejutkannya Bian ingin mengakhiri hubungannya dengan Nur. Nur yang mendengarkan pernyataan Bian mencoba tegar dan tak menunjukkan rasa sedihnya dihadapan Bian. Nur berusaha menerima keadaaan ini , apa yang menjadi perasaan aneh itu akhirnya terjadi. Bian mengatakan Nur terlalu baik untuknya, dia tak bisa menyakiti hati seorang gadis yang begitu polos.
Bian juga menyadari bahwa ia tak bisa mencinta Nur dengan tulus, Bian masih belajar untuk mencintainya. Sebagaimana perumpamaan "kamu adalah apa yang selalu aku tulis dalam cerita. dan aku adalah apa yang tak pernah engkau baca". Bian yang tak pernah mengajak Nur utuk bertemu teman-temannya untuk sekedar hang out  bareng, ataupun menceritakan kisah cinta mereka. sangatlah berbeda dengan Nur yang selalu membanggakan Bian kepada teman-temannya.

Begitu cepat hubungan ini berakhir dan ciuman pertama Nur membuatnya merasakan penyesalan yang begitu mendalam. "cinta itu buta,logika yang memberinya mata. namun ia mati sebagaimana aku menginginkannya". Mungkin benar terkadang cinta itu buta yang membutakan segalanya tak cukup dengan perasaan saja tapi harus dengan mengenal ia sebelum akhirnya untuk memutuskan untuk bersama.
 "Mungkin cinta itu lewat saja, tetapi dia meninggalkan bekas bagaikan retakan diatas batu" Dan cerita cinta yang singkat itu menjadikan Nur semakin mengerti dan setidaknya Nur masih ingat waktu itu dia memberanikan main kerumah Bian mencoba mengenal keluarganya dan telihat orang tuanya memang tak menyetujui hubungan mereka. Dan solat berjamaah waktu itu akan menjadi kenagan tersendiri bagi Nur. Dan tak lama kisah cinta itu berakhir  Nur mendengar bahwa Bian akan melangsungkan pertunangan dengan gadis pilihan orang tuanya.Nur kembali harus bisa menerima kenyataan kehilangan cinta yang mengajarkan sesuau yang baru untuknya.

"Inilah saat dimana aku harus merelakanmu, selayaknya hujan merelakan rintikya untuk menceritakan kisahku denganmu yang dulu ". ^_^

#yangterdalam

2 komentar: